Suci Diri: Pengembangan Pembelajaran Fiqih Haid bagi Anak Usia Madrasah Ibtidaiyah (MI) Menuju Baligh
Memasuki masa pubertas dan mengalami menarche (haid pertama) merupakan salah satu fase transisi paling krusial bagi anak perempuan usia Madrasah Ibtidaiyah (MI). Di tengah tren penurunan usia menarche saat ini, anak-anak di tingkat SD/MI kelas IV, V, dan VI dituntut tidak hanya siap secara fisik dan mental, tetapi juga paham akan perubahan hukum keagamaan (taklif) yang menyertainya. Namun, realita di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan. Pembelajaran Fiqih Haid dalam kurikulum sering kali hanya disajikan secara singkat dan formalitas di Fase B (Kelas IV), tanpa ada penguatan berkelanjutan saat anak benar-benar mengalaminya di Fase C (Kelas V–VI).
Buku ini disusun secara sistematis melalui pendekatan interdisipliner yang memadukan ajaran Islam, kesehatan reproduksi, psikologi perkembangan, dan metodologi pedagogi. Urgensi & Problem Nyata: Mengupas fenomena penurunan usia menarche, keraguan anak dalam beribadah, miskonsepsi/mitos seputar menstruasi, hingga minimnya pemahaman tentang Menstrual Hygiene Management (kebersihan menstruasi) dan kondisi haid tidak normal (istihadhah). Landasan Konseptual Fiqih & Kesehatan: Menjelaskan secara gamblang konsep thaharah, ketentuan ibadah, batas masa haid/suci, serta pandangan kesehatan reproduksi remaja awal. Pendekatan Pedagogis; Mengintegrasikan Deep Learning (pembelajaran mendalam yang bermakna, disadari, dan menggembirakan) serta Kurikulum Berbasis Cinta (love for Allah, self, others, and nature) untuk menghapus stigma bahwa haid adalah hal yang memalukan atau menakutkan. Model & Implementasi Pembelajaran: Menyajikan strategi praktis bagi pendidik dengan model Experiential Learning, Problem Based Learning, Project Based Learning, dan Quantum Learning, lengkap dengan pemetaan materi dari Fase B (Kelas IV) hingga penguatan di Fase C (Kelas V & VI) beserta instrumen evaluasinya.
Bukan sekadar buku Fiqih biasa, Suci Diri mentransformasi pengajaran Fiqih Haid dari sekedar hafalan teori menjadi proses pembentukan karakter muslimah yang berempati, percaya diri, sehat, dan bertakwa. Buku ini memosisikan haid bukan sebagai beban, melainkan sebagai anugerah dan bentuk kasih sayang Allah Swt. yang harus disyukuri dan dikelola dengan penuh tanggung jawab.
“Suci Diri” adalah jawaban bagi pencarian formulasi pendidikan fiqih yang ramah anak, kontekstual, dan berdampak panjang. Buku ini mentransformasi ruang kelas menjadi tempat yang aman dan menenteramkan bagi anak untuk belajar menyucikan jiwa dan raganya. Sangat direkomendasikan bagi; Guru Fikih / Guru Kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) & SD Islam sebagai panduan penyusunan modul/pembelajaran kontekstual. Praktisi & Pengembang Kurikulum Pendidikan Islam yang ingin menerapkan pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta. Orang Tua & Pendamping Remaja yang ingin mendampingi putri mereka menghadapi masa pubertas dengan bijak dan islami.

