Ismaya Publishing
Takdirku padaMu Bengkulu
Seorang anak yang memiliki keyakinan terhadap firman Allah dalam QS. Ar-rad ayat 11. “Bahwa Allah tidak akan merubah seseorang kecuali orang itu merubah dirinya sendiri”, oleh sebab itulah dia berusaha berjuang untuk merubah kehidupannya yang tidak mungkin menjadi mungkin, yang mustahil menjadi tidak mustahil, yang awalnya hanya mimpi dan khayalan dia jadikan kenyataan, yang awalnya sebuah teori belaka dia bertekad untuk memujudkannya, yang awalnya pahit dia rubah menjadi manis walaupun harus berakit-rakit ke hulu dan berenang-renang ketepian.
Sebuah tekad yang luar biasa, sekuat baja sepanas bara dan setangguh karang di lautan, walaupun harus melalui hujan badai dia berusaha untuk mewujudkan impian dan cita-cita nya, bahkan sejak SMP dia menutup cintanya demi cita-citanya. Seorang anak laki-laki yang terlahir dari 12 saudara. Ayah ibunya tidak pernah mengenyam pendidikan formal keduannya hanya buruh tani di desanya, 3 saudaranya tidak lulus SD, 4 saudaranya hanya lulus SD, 1 saudarinya hanya lulus SMP dan dia sendiri yang lulus Perguruan Tinggi, sedangkan 3 saudaranya telah meninggal ketka masih anak-anak.
Untuk mewujudkan cita-citanya diawali menjadi penggembala kambing, penjual sate kambing, penjual majalah dan Koran dan penjaga masjid, semua itu dia lakukan agar bisa menempuh pendidikan formal walaupun dia harus terlambat 5 tahun agar bisa bersekolah.
Allah maha benar dan Allah maha menempati janjinya, akhirnya anak laki-laki itu bisa mewujudkan mimpinya dan cita-citanya untuk menjadi seorang Guru. Kemudian dia menjadi inspirator bagi anak-anak di kampung halamannya mereka bertekad untuk bisa kuliah demi merubah masa depan dirinya dan memberikan kehormatan bagi keluarganya.

